Setiap
tingkatan kehidupan manusia merupakan acuan bagi periode berikutnya. Aneka
peristiwa yang hadir dimasa lalu adalah catatan penting yang mempengaruhi arah
dan kwalitas perkembangan selanjutnya. Itu sebabnya masa kanak-kanak statusnya
merupakan masa penuh dengan pengalaman indah dan bermanfaat, agar keindahan nya
menjadi terbiasa sampai dewasa kelak.
Bermain
adalah ciri aktivitas anak pra sekolah yang khas ( 3 – 5 tahun ). Hampir
seluruh kegiatan mereka melibatkan unsur bermain. Bermain sambil belajar,
belajar sambil bermain, memang merupakan tempat untuk menggambarkan ciri
aktivitas fisik dan mental anak seusia dini. Dan hasilnya pun tampak nyata,
sehingga tidak berlebihan kiranya bila salah seorang ahli psikologi anak dari
Amerika Serikat Elizabeth. B. Hurlock, mengatakan bahwa kurun usia ini
merupakan periode keemasan ( Golden age
) dalam proses perkembangan seorang anak manusia.
Mengingat potensi belajar yang sedemikian
besar dari anak pra sekolah, maka lembaga pendidikan, atau biasa yang disebut
“sekolah”, seperti taman kanak-kanak atau taman bermain dianggap sebagai salah
satu sarana untuk merangsang kemampuan dan ketrampilan anak. Sekalipun begitu
bukan berarti tanggung jawab pendidikan bisa dialihkan pada guru, karena
sesungguhnya kitalah (orang tua) sebagai penanggung jawab utama.
Sesungguhnya ini memang bukan tanggung
jawab bagi orang tua. Jelaslah bahwa masa prasekolah merupakan masa penting
dalam proses perkembangan anak manusia. “Lembaran Putih” itu kini mulai
menunjukkan warna. Warna apa yang akan mendominasi perilaku dan jati dirinya
kelak tidak terlepas dari sapuan atau pulasan (kuas) yang ada ditangan mereka.
Kesabaran dan pengetahuan yang tepat tentang proses pertumbuhan anak sehingga
warna-warna cerahlah yang akan mendominasi wujud fisik dan mental anak.
Alasan inilah yang mendorong kami untuk
terjun langsung dalam proses tumbuh kembang anak melalui goresan tangan (
melukis). Melalui kesabaran dan pengetahuan yang ada pada diri kami adalah
bagian dari proses perkembangan motorik anak manusia.
DASAR
PEMIKIRAN
a. Landasan Pemikiran
Motif dari kegiatan ini adalah membentuk kepribadian dan budi pekerti, bagi
anak didik dalam kehidupan dan ta’at pergaulan sehari - hari sebagai media
kreasi, alat ekspresi dan laku sintesis.
b. Landasan
Pendidikan
Dalam penyajiannya seorang guru tidak
lepas dari metodik didaktik pengajar. Pendidikan terhadap anak yang paling
mendasar adalah mengenal alam sekitar atau lingkungan yang dapat diterjemahkan
oleh anak didik dan dipahami menurut kemampuan anak.
III. TUJUAN
Kegiatan seni merupakan kegiatan yang
dapat dikenalkan kepada anak sejak sebelum ia masuk sekolah. Tujuannya tentu
saja bukan untuk menciptakan seorang anak untuk menjadi seniman. Untuk anak
prasekolah seni lebih merupakan sarana belajar sambil bermain. Oleh karena itu
kegiatan seni bagi anak prasekolah hendaknya bisa memberi rasa pada anak.
a. Visi
Melukis merupakan suatu alat untuk
mencurahkan ekspresi anak melalui aktivitas ini sedini mungkin anak berlatih
untuk dapat menikmati, mengagumi dan mencintai atau mempunyai ekspresi serta
orientasi tentang karya-karya seni.
b. Misi
-
Menumbuhkan serta membangkitkan
kreativitas/ide anak
-
Memotivasi belajar anak dalam kehidupan dan
tata pergaulan sehari-hari sebagai media kreasi.
-
Menarik motorik karya anak agar tidak kaku
-
Mengembangkan kreativitas dan bakat anak
melalui keterampilan, sekarang ini adalah seni lukis.
IV. RUANG
LINGKUP KEGIATAN MELUKIS
a. Tingkat
balita (play grup)
b. Tingkat
taman kanak-kanak ( TK/RA)
c. Tingkat
sekolah dasar (SD)
V. PROGRAM
KURIKULUM
a. TK/RA :
Sesuai dengan tema dan kurikulum TK/RA
bersangkutan.
b. SD : Sesuai
dengan tema dan kurikulum sanggar.
VI. PERALATAN
a. Peralatan
melukis terdiri dari buku gambar ukuran A3/A4, Crayon bermerk Titipas, Pentel
Jepang, Kiko, Sakura, Krakandas.
b. Pihak
Sanggar akan mengeluarkan Sertifikat melukis setiap 1 tahun sekali
c. Tempat,
ruangan kelas atau ruangan serba guna
d. Waktu
pertemuan minimal 30 menit dan maksimal 45 menit
VII.
PROYEKSI
ANGGARAN
Membayar uang kegiatan setiap anak /
bulan dengan ketentuan dan kesepakatan kedua belah pihak.
VIII.
STRUKTUR
SANGGAR LUKIS ANAK “PUTRA SENO”
![]() |
IX. SUSUNAN PENGURUS SANGGAR LUKIS ANAK
“PUTRA SENO”
Ketua Sanggar : Lusiyanto Perdana
Putra, S.Pd.I
Ketua Harian : Indra Gunawan
Bendahara : Hery Wahyu
Kepala Staf Marketing : Indra
Gunawan
Ketua Cabang I : Sopian Hadi, S.Pd. Ketua Cabang IV : Aja
LAsmana
Ketua Cabang II : Heri
Wahyudi Ketua
Cabang V : Rahmat Hidayat
Ketua Cabang III : Djamaludin, S.Pd.I Ketua Cabang VI : Yayat
Supriatna
