Entri Populer

Selasa, 24 Februari 2015

It's me....

Setiap tingkatan kehidupan manusia merupakan acuan bagi periode berikutnya. Aneka peristiwa yang hadir dimasa lalu adalah catatan penting yang mempengaruhi arah dan kwalitas perkembangan selanjutnya. Itu sebabnya masa kanak-kanak statusnya merupakan masa penuh dengan pengalaman indah dan bermanfaat, agar keindahan nya menjadi terbiasa sampai dewasa kelak.
       Bermain adalah ciri aktivitas anak pra sekolah yang khas ( 3 – 5 tahun ). Hampir seluruh kegiatan mereka melibatkan unsur bermain. Bermain sambil belajar, belajar sambil bermain, memang merupakan tempat untuk menggambarkan ciri aktivitas fisik dan mental anak seusia dini. Dan hasilnya pun tampak nyata, sehingga tidak berlebihan kiranya bila salah seorang ahli psikologi anak dari Amerika Serikat Elizabeth. B. Hurlock, mengatakan bahwa kurun usia ini merupakan periode keemasan ( Golden age ) dalam proses perkembangan seorang anak manusia.
       Mengingat potensi belajar yang sedemikian besar dari anak pra sekolah, maka lembaga pendidikan, atau biasa yang disebut “sekolah”, seperti taman kanak-kanak atau taman bermain dianggap sebagai salah satu sarana untuk merangsang kemampuan dan ketrampilan anak. Sekalipun begitu bukan berarti tanggung jawab pendidikan bisa dialihkan pada guru, karena sesungguhnya kitalah (orang tua) sebagai penanggung jawab utama.
       Sesungguhnya ini memang bukan tanggung jawab bagi orang tua. Jelaslah bahwa masa prasekolah merupakan masa penting dalam proses perkembangan anak manusia. “Lembaran Putih” itu kini mulai menunjukkan warna. Warna apa yang akan mendominasi perilaku dan jati dirinya kelak tidak terlepas dari sapuan atau pulasan (kuas) yang ada ditangan mereka. Kesabaran dan pengetahuan yang tepat tentang proses pertumbuhan anak sehingga warna-warna cerahlah yang akan mendominasi wujud fisik dan mental anak.
       Alasan inilah yang mendorong kami untuk terjun langsung dalam proses tumbuh kembang anak melalui goresan tangan ( melukis). Melalui kesabaran dan pengetahuan yang ada pada diri kami adalah bagian dari proses perkembangan motorik anak manusia.

        DASAR PEMIKIRAN

a.     Landasan Pemikiran
       Motif dari kegiatan ini adalah  membentuk kepribadian dan budi pekerti, bagi anak didik dalam kehidupan dan ta’at pergaulan sehari - hari sebagai media kreasi, alat ekspresi dan laku sintesis.
b.     Landasan Pendidikan
       Dalam penyajiannya seorang guru tidak lepas dari metodik didaktik pengajar. Pendidikan terhadap anak yang paling mendasar adalah mengenal alam sekitar atau lingkungan yang dapat diterjemahkan oleh anak didik dan dipahami menurut kemampuan anak.

III.  TUJUAN

       Kegiatan seni merupakan kegiatan yang dapat dikenalkan kepada anak sejak sebelum ia masuk sekolah. Tujuannya tentu saja bukan untuk menciptakan seorang anak untuk menjadi seniman. Untuk anak prasekolah seni lebih merupakan sarana belajar sambil bermain. Oleh karena itu kegiatan seni bagi anak prasekolah hendaknya bisa memberi rasa pada anak.
a.   Visi
       Melukis merupakan suatu alat untuk mencurahkan ekspresi anak melalui aktivitas ini sedini mungkin anak berlatih untuk dapat menikmati, mengagumi dan mencintai atau mempunyai ekspresi serta orientasi tentang karya-karya seni.
b.   Misi
-         Menumbuhkan serta membangkitkan kreativitas/ide anak
-         Memotivasi belajar anak dalam kehidupan dan tata pergaulan sehari-hari sebagai media kreasi.
-         Menarik motorik karya anak agar tidak kaku
-         Mengembangkan kreativitas dan bakat anak melalui keterampilan, sekarang ini adalah seni lukis.

IV.   RUANG LINGKUP KEGIATAN MELUKIS
a.   Tingkat balita (play grup)
b.  Tingkat taman kanak-kanak ( TK/RA)
c.   Tingkat sekolah dasar (SD)

V.     PROGRAM KURIKULUM
a.   TK/RA    : Sesuai dengan tema dan kurikulum TK/RA bersangkutan.
b.   SD        : Sesuai dengan tema dan kurikulum sanggar.

VI.   PERALATAN
a.   Peralatan melukis terdiri dari buku gambar ukuran A3/A4, Crayon bermerk Titipas, Pentel Jepang, Kiko, Sakura, Krakandas.
b.  Pihak Sanggar akan mengeluarkan Sertifikat melukis setiap 1 tahun sekali
c.   Tempat, ruangan kelas atau ruangan serba guna
d.  Waktu pertemuan minimal 30 menit dan maksimal 45 menit

VII.   PROYEKSI ANGGARAN
Membayar uang kegiatan setiap anak / bulan dengan ketentuan dan kesepakatan kedua belah pihak.


VIII.       STRUKTUR SANGGAR LUKIS ANAK “PUTRA SENO”

 




IX.  SUSUNAN PENGURUS SANGGAR LUKIS ANAK “PUTRA SENO”
Ketua Sanggar           : Lusiyanto Perdana Putra, S.Pd.I
Ketua Harian              : Indra Gunawan
Bendahara                 : Hery Wahyu
Kepala Staf Marketing  : Indra Gunawan

Ketua Cabang I          : Sopian Hadi, S.Pd.       Ketua Cabang IV    : Aja LAsmana

Ketua Cabang II         : Heri Wahyudi              Ketua Cabang V     : Rahmat Hidayat

Ketua Cabang III        : Djamaludin, S.Pd.I      Ketua Cabang VI    : Yayat Supriatna
                                                      
                              
                                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar